This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Bidan juga Pahlawan Dunia

gambar hamil sungsang
dari google.com
Enam tahun sudah saya menjadi bidan, namun baru beberapa tahun belakangan benar-benar mencintai profesi mulia ini. Selama bertahun-tahun, saya sempat maju-mundur cantik, “Benarkah menjadi bidan adalah takdir saya? Bisakah saya mengamalkannya dengan tulus?”. Awalnya, kuliah di bidang kesehatan ialah permintaan Mama, walau kemudian saya yang memutuskan untuk kuliah kebidanan dan tinggal di asrama. Sebab sejatinya, saya lebih menyukai dunia lain, kepenulisan, walau belum benar-benar saya kuasai benar.

Selama bertahun-tahun, saya melihat proses kelahiran bayi. Tidak hanya mengamati, tetapi juga menolong persalinan. Saya menikmati, tetapi juga memiliki ketakutan tersendiri, “Tepatkah yang saya lakukan?”. Persalinan adalah proses alami, namun bila penolong persalinan kurang sabar dan telaten maka yang terjadi adalah trauma pada sang ibu.

Ibu, sosok utama dalam kehidupan setiap anak. Tanpa ibu yang kuat, tidak akan terlahir anak yang sehat. Selama proses kehamilan, banyak gejala yang kurang menyenangkan bagi sang ibu, mulai perubahan bentuk tubuh hingga mual muntah. Belum lagi nyeri pinggang ketika hamil tua. Namun ibu tidak pernah mengeluh, kelahiran buah hati yang ditunggu. Terlebih dengan dorongan info dan semangat dari bidan tentang bagaimana cara menjalani masa kehamilan dengan sehat dan bahagia.

Saat bayi akan lahir, ada perjuangan antara hidup dan mati yang dilakoni seorang ibu. Nyerinya pembukaan jalan lahir sangatlah terasa. Apalagi, tidak semua proses kelahiran berlangsung normal. Memang lewat jalan lahir, tetapi banyak yang melalui induksi persalinan, pun pertolongan menggunakan vakum karena proses pengeluaran bayi yang lambat. Banyak juga yang lewat operasi sesar, pembelahan sekitar 10 cm di perut karena kendala yang menyebabkan bayi tidak bisa keluar lewat jalan lahir. Kendalanya bisa karena posisi bayi sungsang, lintang atau ari-ari yang menutupi jalan lahir. Di sinilah peran penting bidan, sebagi pengusir gundah dan penguat hati ibu.

Setelah bayi lahir, perjuangan seorang ibu tidak berakhir di situ. Masih ada proses pengeluaran ari-ari yang juga tidak semuanya normal. Kadangkala, terjadi perdarahan hebat karena ada sisa ari-ari yang tertingggal atau karena proses pengembalian ukuran rahim yang kurang maksimal. Bila lambat ditangani, ibu bisa kehilangan nyawa. Belum lagi apabila ada luka jalan lahir, penjahitan adalah sesuatu yang wajib dilakukan karena membantu mengurangi perdarahan. Ah, tanpa komunikasi yang baik anatara bidan dan ibu, proses persalinan dan penjahitan luka jalan lahir bisa berlangsung lama dan menyakitkan.

Begitulah, perjuangan ibu untuk anaknya. Maka adalah benar bila ibu adalah pahlawan bagi anaknya. Sejarah hidup seorang anak pun direkam jelas oleh ibunya. Bagaimana ketika sang jabang bayi menendang, tangisan pertama ketika bayi lahir, perkembangan dari tengkurap hingga berjalan, pun banyak lagi lainnya. Bagi saya, Mama adalah pahlawan terhebat, sama seperti anak-anak lainnya. Karena Mama jua, sedikit demi sedikit saya mencintai profesi saya. Beliau yang memberikan penekanan bahwa tujuan manusia ada di dunia adalah agar berguna bagi orang lain. Seperti menjadi bidan yang bertugas menolong, terutama pada sesama wanita.

Secara fisik, saya memberikan pelayanan melalui instansi tempat saya bekerja, rumah sakit di Kota Pasuruan. Secara online, saya juga memulai memberikan edukasi kepada banyak orang melalui media yang saya miliki: blog bidanmeltek.blogspot.co.id. Memang merintis, baru jadi beberapa hari yang lalu. Harapan saya agar bisa memberikan kontribusi di dalam dunia kesehatan, sebuah pengabdian. Hanya hal mudah inilah yang bisa saya lakukan. Namun di kemudian hari, saya juga ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat luas secara gratis, sama seperti yang bidan Robin Lim lakukan.

foto dari padmanaba.or.id 
Bidan pahlawan dunia, beliaulah inspirator saya. Robin Lim adalah bidan asal Bali yang memiliki Yayasan Bumi Sehat di Banjar Nyuh Kuning, Ubud, Bali. Seperti yang saya kutip dari Kompas, bidan kelahiran Arizona ini mulai membuka klinik di tahun 1994 lalu mendirikan Yayasan Bumi Sehat pada tahun 2003. Sebelumnya, beliau menjual rumah di Hawaii dan bersama suami memutuskan pindah ke Bali. Beliau membantu persalinan secara gratis, juga memberikan pelayanan kesehatan secara home care, kunjungan rumah. Beliau juga dengan rela mengasuh bayi dari persalinan yang ditolongnya, bayi dari keluarga kurang mampu yang memintanya untuk mengadopsi bayi mereka.

Sebagai bidan, beliau juga penulis. Buku-buku tulisannya berjudul After the Baby's Birth, Eating for Two, Placenta: The Forgotten Chakra, dan kumpulan puisi The Geometry of Splitting Souls. Tidak seperti kebanyakan bidan, wanita asal Amerika ini memberikan pelayanan dengan tulus, tanpa sifat komersil. “Setiap napas pertama bayi ke bumi bisa menjadi salah satu kedamaian dan cinta. Setiap ibu harus sehat dan kuat. Setiap kelahiran harus aman dan penuh kasih. Tetapi hal itu belum ada di sana (Indonesia),” begitu ungkapnya pada malam penganugerahan CNN Hero 2011 di Los Angeles. Pada 12 Desember 2011, CNN memberinya gelar “CNN Hero of the year 2011” atas dedikasinya.

Bidan Robin Lim seringkali hadir dalam upaya peyelamatan ibu dan anak di berbagai bencana yang melanda Indonesia. Seperti ketika tsunami meluluhlantakkan Aceh beberapa tahun lalu, beliau bersama timnya memberikan donasi. Bukan saja berupa makanan, minum dan obat-obatan, namun juga perawatan langsung pada ibu dan anak. Beliau menekankan kepada semua wanita agar selalu bahagia, terutama pada ibu hamil dan menyusui. Dengan bahagia dan tertawa, hormon yang berperan pada produksi air susu ibu akan meningkat. Hormon itu namanya oktitosin, hormon yang juga ada dalam proses pelepasan ari-ari dan pengembalian ukuran rahim setelah bayi lahir.


foto dari cnnphotos.blogs.cnn.com

Tidak semua orang bisa menjadi pahlawan. Walau tidak sepopuler dokter, profesi bidan memberikan andil yang cukup besar dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Profesi bidan hanya bisa disandang wanita, dan hanya wanita yang bisa menjadi ibu. Ibu adalah pahlawan, dan bidan adalah pahlawan yang menjadi mitra ibu.

Semangat bidan Robin Lim ingin saya contoh. Semangat berbagi yang tidak hanya secara materi, namun juga mengerahkan jasa dan keterampilannya. Sebuah semangat yang hanya dimiliki oleh para pahlawan, menolong tanpa memandang status yang ditolong. Membantu sekuat tenaga, tanpa memikirkan keuntungan yang diperoleh. Sebab ada kepuasan dalam setiap kali memberikan bantuan kepada orang lain, yakni kebahagiaan karena menjadi insan yang berguna.

Setiap kali menolong persalinan, saya semakin mencintai profesi ini. Saya berharap bisa menjadi seperti bidan Robin Lim, menjadi pahlawan, minimal bagi keturunan saya nantinya. Sejarah hidup akan terus saya ukir lewat menulis. Sebab dengan menulis, akan banyak pengalaman dan ilmu yang bisa dibagi secara kepada orang lain secara gratis. Menjadi bidan dan juga penulis, semoga langkah ini kian memacu saya menjadi pahlawan, sosok yang mau berbagi tanpa harap balasan.
 

Atasi Diabetes dengan Banyak Makan


“Waaahhh... sepagi ini yang antre sudah banyak, ya Ma!” seru saya setibanya saya di lobi rumah sakit tempat saya dan Mama bekerja.

Mama mengangguk. Lalu katanya, “Iya, kebanyakan antre untuk kontrol ke poli penyakit dalam.”

“Hmmm... berarti banyak yang kena penyakit degeneratif.” Saya memperhatikan para pasien yang kebanyakan berusia di atas 50 tahun.

“Makanya ... mulai sekarang kita atur pola makan. Jangan kebanyakan makan olahan beras!”

Nasi, yang merupakan makanan pokok olahan beras, bak disahkan sebagai satu-satunya pembuat kenyang. Bagi orang jawa seperti saya sekeluarga, kalau belum makan nasi maka dikatakan belum mengisi perut sama sekali. Padahal sebelum makan nasi, kami sudah makan pisang goreng, bubur ayam dan juga kue lemper yang terbuat dari ketan dan suwiran ayam. Perut sudah kenyang, tapi karena belum makan nasi maka orang lain yang melihatnya akan mengatakan kalau kami belum “makan”. Jadi, bagi orang jawa, kata “makan” disandingkan dengan kata “nasi”.

Menurut data Badan Ketahanan Pangan Kementan 2012, tingginya ketergantungan konsumsi beras dalam pola konsumsi pangan masih cukup tinggi, yakni 133,26 Kg per kapita per tahun1. Banyaknya konsumsi beras menjadi salah satu akibat meningkatnya jumlah penderita penyakit degeneratif, seperti diabetes atau kencing manis. Pada suatu survei ditemukan data bahwa karbohidrat menjadi unsur yang dominan ditemukan pada konsumsi makan 300 anak muda. Nah, pola makan inilah yang kemudian memicu terjadinya diabetes2.

Nasi adalah karbohidrat sederhana dengan Indeks Glikemik tinggi mencapai 74 dan rendah serat. Karbohidrat sederhana ini kemudian lebih cepat dipecah tubuh sehingga cepat menaikkan gula darah. Hal ini yang menuntun pada diabetes. Diabetes merupakan penyakit keturunan, tapi jika seseorang yang tidak mempunyai keturunan diabetes terserang juga, ini dikarenakan mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak. Tubuh tidak bisa mengubah karbohidrat menjadi jadi energi dan glikogen, sehingga gula dalam darah menumpuk dan menyebabkan diabetes.

Untuk mengurangi risiko diabetes karena karbohidrat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya dengan menakar konsumsi nasi sesuai anjuran, yaitu 120 gram saat sarapan, 150 gram saat makan siang, dan 120 gram untuk makan malam. Tapi, ada baiknya jangan menyantap makanan utama dengan nasi melebihi jam 7 malam, karena metabolisasi tubuh lebih lambat3. Cara lainnya agar terhindar dari diabetes adalah dengan menambah porsi sayur dan buah, juga mengurangi jumlah konsumsi nasi tapi menambah jumlah asupan makanan tinggi protein.

Indonesia merupakan negara kedua terbesar yang memiliki keanekaragaman hayati dunia, dengan ada 77 jenis tanaman sumber karbohidrat yang bisa menjadi makanan pokok pengganti beras1. Makanan pokok selain beras yang menjadi asal muasal nasi, ada baiknya rutin kita konsumsi. Ada jagung, ubi dan ketela pohon yang bisa dijadikan makanan nikmat pengganti nasi. Juga sedapnya sagu yang banyak tersedia di Indonesia Timur yang dapat menambah energi kita tanpa menumpuk terlalu banyak karbohidrat pemicu naiknya kadar gula darah.


tabel contoh makanan pokok pengganti nasi( 4)

Indonesia sebagai surganya keanekaragaman pangan jangan sampai kita sia-siakan. Mari mulai sekarang kita nikmati dan potensikan kekayaan negara kita. Mulailah dengan mencoba sarapan menggunakan nasi jagung atau rebusan singkong yang menggugah selera. Pun mengganti makan malam dengan hangatnya rebusan dan atau gorengan ubi jalar yang mampu memupus rasa lapar tanpa memicu terjadinya diabetes.



1 sumber: www.mongabay.co.id/2014/10/24/sia-siakan-keanekaragamn-sumber-pangan-indonesia-terjebak-kebijakan-pangan-monokultur-beras
2 sumber: www.sp.beritasatu.com/home/konsumsi-pangan-lokal-upaya-lestarikan-keanekaragaman-hayati/35098
3 sumber: www.food.detik.com/read/2013/02/26/113118/2179880/900/apa-benar-nasi-penyebab-diabetes
4 sumber: Lampiran 1 Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan RI 2014